Gratis beberapa video,ebook dan Software dari Paket DVD DuniaRumah :

Nama:
E-mail:

Ingin berlangganan artikel-artikel kami silahkan masukkan e-mail anda:

Artikel disusun oleh : Tim DuniaRumah

Tampilkan postingan dengan label Tokoh Arsitek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh Arsitek. Tampilkan semua postingan

Friedrich Silaban (1912-1984)

Arsitek Pengukir Sejarah Toleransi
Dia arsitek pengukir sejarah toleransi beragama di negeri ini. Bung Karno menjulukinya sebagai "by the grace of God" karena kemenangannya mengikuti sayembara desain Mesjid Istiqlal. Friedrich Silaban, seorang penganut Kristen Protestan yang taat kelahiran Bonandolok, Sumatera Utara, 16 Desember 1912, wafat dalam usia 72 tahun pada hari Senin, 14 Mei 1984 RSPAD Gatot Subroto Jakarta, karena komplikasi beberapa penyakit yang dideritanya.

lintasberita
Klik Baca Selengkapnya...

Live in Falling Water, Frank Lloyd Wright’s Masterpiece





lintasberita
Klik Baca Selengkapnya...

Han Awal

Arsitek Pemugar Bangunan Tua

Han Awal, seorang arsitek santun bersuara lembut lamat-lamat. Arsitek yang ikut berperan merancang Gedung MPR/DPR sebagai asisten arsitek Soejoedi, itu lahir di Malang, 16 September 1930. Karya penerima penghargaan Prof Teeuw Award, itu sudah tersebar di beberapa tempat. Belakangan, dia lebih dikenal sebagai arsitek konservatoris.

Han menyukai arsitektur setelah terinspirasi keindahan Kota Malang, tempat kelahirannya. "Malang itu kota yang ideal. Kota yang nyaman dan memiliki banyak bangunan indah. Saya sangat terkesan," kata Han, bapak empat anak dan kakek empat cucu ini.

Saat lulus SMA tahun 1950, Han sebetulnya ingin belajar arsitektur di ITB. Namun, waktu itu ITB belum memiliki jurusan arsitektur. Terpengaruh brosur program pendidikan ahli bangunan di Technische Hoogeschool di Delft, Belanda, ia melanjutkan studi di sekolah itu dengan beasiswa dari Keuskupan Malang. Di tempat ini, dia berkenalan dengan mahasiswa asal Indonesia, seperti Bianpoen, Soewondo, Pamoentjak, dan Soejoedi.

Ketegangan hubungan Indonesia-Belanda gara-gara sengketa Papua mulai terasa akhir tahun 1956. Ini membuat Han pindah ke Jerman dan melanjutkan kuliah arsitektur di Technische Universitat, Berlin Barat, dan lulus tahun 1960.

"Di Belanda, saya banyak belajar arsitektur dari segi teknis. Mungkin karena negerinya kecil, para arsitek Belanda sangat mementingkan presisi. Perbedaan ukuran sesentimeter saja bisa dipersoalkan. Baru di Jerman saya mendapat pengetahuan tentang konsep-konsep besar arsitektur," ceritanya.

Sebagai arsitek, jejak Han tersebar di banyak tempat. Di Jakarta, sentuhan Han, misalnya, bisa dilihat di Gedung MPR/DPR. Ia menjadi asisten arsitek Soejoedi dalam proyek pembangunan gedung megah di Senayan, yang awalnya dibangun sebagai Gedung Conefo (Conference of New Emerging Forces) 1964-1972. Kampus Universitas Katolik Atma Jaya di Semanggi dan gedung sekolah Pangudi Luhur di Kebayoran Baru, Jakarta, juga karya dia.

Ciri banyak bangunan karya Han adalah kesederhanaan, dengan dinding dan langit-langit yang sering dibiarkan telanjang. Ia juga mempertimbangkan iklim tropis Indonesia saat merancang, misalnya dengan memperhitungkan sirkulasi udara silang agar bangunan tak perlu pendingin ruang dan hemat energi.

"Prinsip arsitektur tropis tak selalu bisa diterapkan. Teori ventilasi silang, misalnya, hanya cocok untuk gedung rendah. Untuk bangunan tinggi, teori ini tak bisa dipakai karena di lantai-lantai atas angin terlalu kencang," papar Han yang merasa sebagai arsitek fungsionalis ketimbang minimalis.

Mendalami konservasi
Han belakangan lebih dikenal sebagai arsitek konservatoris yang menggeluti pemugaran bangunan-bangunan tua. Pada tahun 1988 ia terlibat proyek pemugaran Katedral Jakarta yang sudah mengalami kerusakan berat di berbagai bagian. Ia mengusulkan mengganti atap sirap gereja Katolik yang hampir berusia seabad itu dengan pelat tembaga yang tahan lama.

Karya Han yang monumental di bidang pemugaran adalah Gedung Arsip Nasional, Jalan Gajah Mada 111, Jakarta. Bersama arsitek Belanda, Cor Passchier dan Budi Lim, arsitek lulusan Inggris, ia terlibat pemugaran besar-besaran atas gedung yang dibangun pejabat VOC, Renier de Klerk, akhir abad ke-18 itu. Pemugaran dibiayai oleh berbagai pihak swasta di Belanda, sebagai hadiah ulang tahun emas Proklamasi Kemerdekaan RI, tahun 1995.

"Bangunan tua harus diberi aura baru, sesuai dengan tuntutan zaman. Lampu harus dibuat lebih terang dari dulu, juga pengatur udara," kata Han yang sangat memerhatikan detail.

Dalam menggarap pemugaran bangunan tua, ia sering terkesima dengan aspek estetis dan budaya yang melekat pada bangunan itu. Untuk merekam semua itulah, Han mendirikan Pusat Dokumentasi Arsitektur bersama sejumlah arsitek.

"Bangunan-bangunan tua umumnya tak lagi mempunyai gambar, baik gambar desain arsitektur maupun konstruksi. Jadi, untuk memugar, saya harus mengukur ulang. Saya sering terpaksa melakukan penggalian data sampai ke Belanda, KITLV di Leiden, Koninklijk Instituut voor de Tropen di Amsterdam, atau kepada teman-teman yang juga bekerja pada konservasi," ujarnya.

Han pun menjalin pertemanan dengan para arsitek Belanda, termasuk Cor Passchier. Kerja sama intensif baru terjadi setelah ia bertemu para arsitek Negeri Kincir itu di sebuah seminar tentang bangunan warisan sejarah di Indonesia yang digelar IAI tahun 1980-an.

"Sebagai pemugar bangunan tua, saya menemukan hal-hal tak terduga. Ternyata, tak semua bangunan tua bikinan Belanda itu baik. Banyak konstruksi yang diselewengkan dan kaidah arsitektur yang tak dilaksanakan dengan benar. Konstruksi jadi tambal sulam. Tapi, itu kan manusiawi dan bukan hal memalukan," papar Han.

Penghargaan Profesor Teeuw
Han kini sedang sibuk menangani pemugaran Gedung Bank Indonesia, Jakarta Kota. Bekas gedung Javasche Bank, bank sentral Hindia Belanda yang berdiri sejak 1828. Setelah itu, ia berencana memugar bangunan Gereja Imanuel, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, dan sebuah rumah tua di Jalan Prapatan, Jakarta. Bangunan itu pada abad ke-19 adalah rumah seorang mayor China.

Pertengahan Agustus 2007, dalam sebuah acara di Erasmus Huis, Jakarta, dia menjadi salah satu dari tiga orang Indonesia yang dianugerahi penghargaan Profesor Teeuw. Penghargaan yang menggunakan nama Profesor AA Teeuw, guru besar kajian budaya Indonesia di Universitas Leiden, Belanda, itu diberikan dua tahun sekali sejak 1992 kepada warga Indonesia atau Belanda yang dinilai berjasa meningkatkan hubungan kebudayaan kedua negara. ( Mulyawan Karim, Kompas, Jumat, 07 September 2007 ►


Nama:
Han Awal
Lahir:
Malang, 16 September 1930
Istri:
Anastasia Maria Theresia
Anak:
- Paulus Rachmat Trisna Awal
- Gregorius Antar Awal
- Maria Daryanti Awal
Maria Widyati Awal

Pendidikan:
- Techniche Hoogeschool Delft, Belanda, 1950-1957
- Techniche Universitat, Faculatfur Architectur, Berlin Barat, 1957-1960

Karier:
- Direktur PT Han Awal & Partners Architect, 1971
- Pembantu Rektor/Dosen Akademi Pertamanan DKI Jakarta, 1969-1971
- Proyek Conefo/MPR-DPR sebagai Asisten I Kepala Proyek, 1964-1972
- Dosen Tak Tetap FTUI Jurusan Arsitektur, 1965-2000
- Dosen Pembina FT Unika Soegiyapranata, Semarang, 1990-2003
- Dosen Pembina FT Universitas Merdeka, Malang, 1997-2004
- Dosen Tak Tetap Program Pascasarjana FT UI, 2003

Organisasi Profesi:
- Ikut mendirikan Pusat Dokumentasi Arsitektur
- Anggota Dewan Kehormatan IAI DKI Jakarta

Penghargaan:
- Penghargaan AIA untuk Kompleks Universitas katolik Atma Jaya, Jakarta, 1984
- Penghargaan AIA untuk Konservasi Gedung Arsip Nasional, 1999
- Award of Excellence UNESCO Asia Pasific Heritage, bersama Budi Lim dan Cor Passchier, 2001
- Prof Teeuw Award, bersama Soedarmadji JH Damais dan Wastu Pragantha Zhong, 2007

Alamat:
Biro Arsitek Han Awal & Partners, di Pondok Pinang, Jakarta Selatan


*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)

lintasberita
Klik Baca Selengkapnya...

the Ciputra way



kampus universitas Ciputra


Kick Andy 23 oktober 2008 menghadirkan Ciputra, Sugiharto, dan Titik Puspa. Arsitekturiners pasti akrab dengan mereka, khususnya dengan tokoh yang satu ini, Ciputra. Kick Andy pun membahas perjalanan hidup Ciputra. Pak Ciputra yang masih gagah ini lahir 77 tahun lalu di Gorontalo. Pada masa sulit penjajahan, ada momen tak terlupakan ketika Pak Ciputra melihat bapaknya digelandang jepang karena dituduh sebagai mata-mata Belanda. Sambil melambaikan tangan kepada ibu dan kedua kakaknya,ternyata itulah perjumpaan terakhirnya dengan sang bapak. Kabar yang didengar Ciputra dua bulan kemudian ternyata sang bapak telah meninggal di penjara Jepang. Peristiwa perpisahan dengan bapaknya yang emosional tersebut meninggalkan kesan yang mendalam dan melecutkan semangat Ciputra muda untuk bangkit demi masa depan dan mengangkat kehormatan keluarga. Karena situasi kala itu yang tidak menguntungkan , pak Ciputra pernah 3 tahun tinggal di kelas 2 SD, karena berpindah - pindah sekolah, dari sekolah Belanda, Sekolah Jepang, dan Sekolah Tionghoa.Lucunya, pak Ciputra telah berumur 12 tahun ketika duduk di kelas 2 SD itu !

Lulus SMA, Ciputra muda merantau ke Jawa dan diterima di arsitektur ITB. Ketika lulus , membuka konsultan arsitektur bersama dua temannya di sebuah garasi. Mulai saat itu karir Ciputra semakin berkembang antara lain melalui proyek revitalisasi kota Jakarta pada masa gubernur Ali Sadikin dan mendirikan Jaya Ancol.

Ketika Andy F Noya bertanya, mengapa hampir semua pemilik mall adalah dari etnis Tionghoa ? pak Ci menjawab, karena etnis Tionghoa suka berdagang dan usaha. Kaum Tionghoa memiliki kultur berdagang dan berwirausaha. Hal ini telah "mendarah daging", sehingga sejak kecil anak dari kaum Tionghoa telah berada dalam kultur berdagang dan wirausaha. Bahkan pak Ci berkata ( mungkin seperti warga tionghoa lain) bahwa ia lahir di ruko, bangun tidurpun yang dilihat pertama kali adalah barang dagangan di toko bapaknya.

Kemudian pak Ci menekankan hal yang menjadi kegelisahannya adalah masih sedikitnya jumlah wirausahawan (entrepreneur) di Indonesia. Di negara kita, jumlah wirausahawan sekira hanya 400.000. Prosentasinya sangat kecil dibandingkan prosentase wirausahaan di negara - negara maju. Kaum wirausahawan adalah penggerak perekonomian suatu masyarakat dan negara. Setiap tahun angkatan kerja akan bertambah, termasuk lulusan perguruan tinggi.Hal ini akan membawa masalah serius apabila pengangguran membengkak dari tahun ke tahun. " saya ingin mahasiswa berani berwirausaha ketika lulus kuliah" imbuhnya, sambil memberikan resep dalam berwirausaha adalah kerja keras, pantang menyerah, dan yakin akan mencapai keberhasilan. ".. dan wirausaha bukan turunan, tetapi bisa dipelajari dan dipraktikkan, jadi bukan cuma keahlian etnis tertentu.." , tambahnya lagi. sebagai bukti obsesinya mencetak wirausahawan muda adalah pak Ci mendirikan Universitas Ciputra di Surabaya yang khusus mencetak wirausahawan muda. Well done pak Ci !

lintasberita
Klik Baca Selengkapnya...

Catatan Penting

Bangunan Tahan Gempa lebih mahal kurang lebih 10% daripada yang tidak tahan gempa.
Tetapi perbaikan akan membutuhkan biaya 2 - 3 kali lipat dari biaya itu.
Bila perkuatan juga dilakukan maka biaya akan membengkak menjadi 4 - 8 kali lipat.

Dengan memiliki :

1.DVD Video Tutorial step by step Membangun Rumah


2.DVD Video Tutorial step by step Perbaikan Rumah Pasca Gempa,


Anda akan langsung memahami tentang perencanaan rumah yang tahan gempa dan teknik perbaikannya apabila rumah mengalami kerusakan pasca gempa.

Adalah jauh lebih murah untuk membangun bangunan tahan gempa dibandingkan dgn melakukan perbaikan setelah terjadi gempa ataupun perkuatan setelah bangunan jadi.


Baca Juga

3d max (2) abu vulkanik (1) air bah (1) air conditioning (1) air jernih (5) ampas kopi (1) anti nyamuk serangga (1) apa itu gempa (1) architecture (3) arsitek indonesia (3) asbes (1) Asuransi rumah (1) Atap (9) atap dag (1) autis (1) autocad (2) Bahan Bangunan (11) bahaya debu (1) bahaya gempa (3) bahaya petir (3) balsem (1) bangunan tahan gempa (1) banjir (3) basmi rayap (1) batu alam (1) bau (4) bekisting (1) belajar autocad (2) Bencana Alam (4) beton (6) beton instant (1) bohlam bekas (1) buah pala (2) bunga krisan (1) cat (2) cegah banjir (1) cermin (1) cicak (1) Daftar Isi (1) dag (1) daktilitas (1) dapur (3) debu (1) desain rumah (5) dinding (5) dokumen pelaksanaan proyek (3) dokumen proyek (2) dunia rumah (1) dvd duniarumah (1) Elektrikal (8) elektrosmog (1) elpiji (2) Frank Lloyd Wright’s (1) Friedrich Silaban (1) fungsi tangga (1) Furniture (1) gelas (1) Gempa Bumi (5) global warming (1) gorden (1) green roof (1) gulma (1) Gunung berapi (2) hama tanaman (1) hama tikus (2) harga material bangunan (1) holcim (1) home insurance (1) IMB (2) Inspeksi.rumah (1) Inspirasi design (6) jadwal konstruksi (1) jasa arsitek (2) jasa konstruksi (2) kaca (3) kamar mandi (7) kamar tidur (1) kaporit (1) karpet (1) keadaan darurat gempa bumi (1) kecoa (1) kejahatan (1) keramik (1) kerusakan atap (1) kesalahan dalam perencanaan rumah (6) kolam renang (1) konsep tangga (1) konten blog (1) kontraktor (1) kualitas rumah (1) kulkas (2) lalat (1) Lantai (7) lantai kayu (1) lantai pvc (1) lantai semen (1) legalitas (2) lemari pendingin (1) lokasi bangunan (1) luasan atap (1) lumpur (1) manfaat teh (1) Mayones (1) meja dapur (1) mengusir cicak (1) Merawat rumah (14) nyamuk (1) parquet (1) pdam (1) Pelaksanaan (8) penangkal petir (3) pengharum ruangan (1) pengolahan sampah (2) penyakit menular (1) perabot rumah (1) perda (3) Perencanaan (37) perencanaan rumah (49) perencanaan tangga (1) perfect lot (1) persiapan menghadapi gempa bumi (1) peta gempa (1) Petir (1) Pintu Jendela dan Kusen (3) plafon (2) plastik (2) plumbing (2) pohon (1) pondasi (1) posisi rumah (2) proses pembuatan semen (2) rayap (2) Referensi Buku (3) renovasi rumah (1) rumah (2) rumah Islami (2) rumah sempit (1) rumah tahan gempa (2) rumah tanpa ac (1) rumah unik (1) sabun cuci (1) safety home (2) saluran mampet (1) sampah (2) sanitasi (7) selang air (3) selang elipiji bocor (1) selang elpiji (2) semen (1) semut (2) semut merah (1) serai wangi (1) sertifikat tanah (3) software (1) solusi atap (4) solusi rumah (3) sumur air bersih (1) sumur kuning (1) supplier (1) supplier Material Banguna (1) supplier Material Bangunan (1) Taman (5) taman indah (1) tanaman subur (3) teh (1) teh celup (1) teknologi rumah sederhana tahan gempa (1) tembok (1) tender (1) tersengat listrik (2) tiga roda (1) Tips dan Trik (67) Tokoh Arsitek (4) tsunami (1) tulangan (1) tutorial (5) update harga material bangunan (1) usgs (1) vacuum cleaner (1) vendor (2) video tutorial (2) wallpaper (2) world architecture (1) you tube (3)
Related Posts with Thumbnails