Gratis beberapa video,ebook dan Software dari Paket DVD DuniaRumah :

Nama:
E-mail:

Ingin berlangganan artikel-artikel kami silahkan masukkan e-mail anda:

Artikel disusun oleh : Tim DuniaRumah

Bahas tuntas apa itu Semen?


Apa itu beton?

Dalam konstruksi, beton adalah sebuah bahan bangunan komposit yang terbuat dari kombinasi aggregat dan pengikat semen. Bentuk paling umum dari beton adalah beton semen Portland, yang terdiri dari agregat mineral (biasanya kerikil dan pasir), semen dan air.Biasanya dipercayai bahwa beton mengering setelah pencampuran dan peletakan. Sebenarnya, beton tidak menjadi padat karena air menguap, tetapi semen berhidrasi, mengelem komponen lainnya bersama dan akhirnya membentuk material seperti-batu. Beton digunakan untuk membuat perkerasan jalan, struktur bangunan, fondasi, jalan, jembatan penyeberangan, struktur parkiran, dasar untuk pagar/gerbang, dan semen dalam bata atau tembok blok. Nama lama untuk beton adalah batu cair.Dalam perkembangannya banyak ditemukan beton baru hasil modifikasi, seperti beton ringan, beton semprot (eng: shotcrete), beton fiber, beton berkekuatan tinggi, beton berkekuatan sangat tinggi, beton mampat sendiri (eng: self compacted concrete) dll.






Sejarah semen
 
Dalam perkembangan peradaban manusia khususnya dalam hal bangunan, tentu kerap mendengar cerita tentang kemampuan nenek moyang merekatkan batu-batu raksasa hanya dengan mengandalkan zat putih telur, ketan atau lainnya. Alhasil, berdirilah bangunan fenomenal, seperti Candi Borobudur atau Candi Prambanan di Indonesia ataupun jembatan di Cina yang menurut legenda menggunakan ketan sebagai perekat. Ataupun menggunakan aspal alam sebagaimana peradaban di Mahenjo Daro dan Harappa di India ataupun bangunan kuno yang dijumpai di Pulau ButonBenar atau tidak, cerita, legenda tadi menunjukkan dikenalnya fungsi semen sejak zaman dahulu. Sebelum mencapai bentuk seperti sekarang, perekat dan penguat bangunan ini awalnya merupakan hasil percampuran batu kapur dan abu vulkanis. Pertama kali ditemukan di zaman Kerajaan Romawi, tepatnya di Pozzuoli, dekat teluk Napoli, Italia. Bubuk itu lantas dinamai pozzuolana.Sedangkan kata semen sendiri berasal dari caementum (bahasa Latin), yang artinya kira-kira "memotong menjadi bagian-bagian kecil tak beraturan". Meski sempat populer di zamannya, nenek moyang semen made in Napoli ini tak berumur panjang. Menyusul runtuhnya Kerajaan Romawi, sekitar abad pertengahan (tahun 1100 - 1500 M) resep ramuan pozzuolana sempat menghilang dari peredaran.

Pabrik semen di Australia.

Baru pada abad ke-18 (ada juga sumber yang menyebut sekitar tahun 1700-an M), John Smeaton - insinyur asal Inggris - menemukan kembali ramuan kuno berkhasiat luar biasa ini. Dia membuat adonan dengan memanfaatkan campuran batu kapur dan tanah liat saat membangun menara suar Eddystone di lepas pantai Cornwall, Inggris.Ironisnya, bukan Smeaton yang akhirnya mematenkan proses pembuatan cikal bakal semen ini. Adalah Joseph Aspdin, juga insinyur berkebangsaan Inggris, pada 1824 mengurus hak paten ramuan yang kemudian dia sebut semen portland. Dinamai begitu karena warna hasil akhir olahannya mirip tanah liat Pulau Portland, Inggris. Hasil rekayasa Aspdin inilah yang sekarang banyak dipajang di toko-toko bangunan.Sebenarnya, adonan Aspdin tak beda jauh dengan Smeaton. Dia tetap mengandalkan dua bahan utama, batu kapur (kaya akan kalsium karbonat) dan tanah lempung yang banyak mengandung silika (sejenis mineral berbentuk pasir), aluminium oksida (alumina) serta oksida besi. Bahan-bahan itu kemudian dihaluskan dan dipanaskan pada suhu tinggi sampai terbentuk campuran baru.Selama proses pemanasan, terbentuklah campuran padat yang mengandung zat besi. Nah, agar tak mengeras seperti batu, ramuan diberi bubuk gips dan dihaluskan hingga berbentuk partikel-partikel kecil mirip bedak.Pengaduk semen sederhana.Lazimnya, untuk mencapai kekuatan tertentu, semen portland berkolaborasi dengan bahan lain. Jika bertemu air (minus bahan-bahan lain), misalnya, memunculkan reaksi kimia yang sanggup mengubah ramuan jadi sekeras batu. Jika ditambah pasir, terciptalah perekat tembok nan kokoh. Namun untuk membuat pondasi bangunan, campuran tadi biasanya masih ditambah dengan bongkahan batu atau kerikil, biasa disebut concrete atau beton.Beton bisa disebut sebagai mahakarya semen yang tiada duanya di dunia. Nama asingnya, concrete - dicomot dari gabungan prefiks bahasa Latin com, yang artinya bersama-sama, dan crescere (tumbuh). Maksudnya kira-kira, kekuatan yang tumbuh karena adanya campuran zat tertentu. Dewasa ini, nyaris tak ada gedung pencakar langit berdiri tanpa bantuan beton.Meski bahan bakunya sama, "dosis" semen sebenarnya bisa disesuaikan dengan beragam kebutuhan. Misalnya, jika kadar aluminanya diperbanyak, kolaborasi dengan bahan bangunan lainnya bisa menghasilkan bahan tahan api. Ini karena sifat alumina yang tahan terhadap suhu tinggi. Ada juga semen yang cocok buat mengecor karena campurannya bisa mengisi pori-pori bagian yang hendak diperkuat.

Langkah Utama Proses Produksi Semen adalah:

   1. Penggalian/Quarrying:
Terdapat dua jenis material yang penting bagi produksi semen: yang pertama adalah yang kaya akan kapur atau material yang mengandung kapur (calcareous materials) seperti batu gamping, kapur, dll., dan yang kedua adalah yang kaya akan silika atau material mengandung tanah liat (argillaceous materials) seperti tanah liat. Batu gamping dan tanah liat dikeruk atau diledakkan dari penggalian dan kemudian diangkut ke alat penghancur.
   2. Penghancuran: 
Penghancur bertanggung jawab terhadap pengecilan ukuran primer bagi material yang digali.
   3. Pencampuran Awal: Material yang dihancurkan melewati alat analisis on-line untuk menentukan komposisi tumpukan bahan.
   4. Penghalusan dan Pencampuran Bahan Baku: Sebuah belt conveyor mengangkut tumpukan yang sudah dicampur pada tahap awal ke penampung, dimana perbandingan berat umpan disesuaikan dengan jenis klinker yang diproduksi. Material kemudian digiling sampai kehalusan yang diinginkan.
   5. Pembakaran dan Pendinginan Klinker: Campuran bahan baku yang sudah tercampur rata diumpankan ke pre-heater, yang merupakan alat penukar panas yang terdiri dari serangkaian siklon dimana terjadi perpindahan panas antara umpan campuran bahan baku dengan gas panas dari kiln yang berlawanan arah. Kalsinasi parsial terjadi pada pre‐heater ini dan berlanjut dalam kiln, dimana bahan baku berubah menjadi agak cair dengan sifat seperti semen. Pada kiln yang bersuhu 1350-1400°C, bahan berubah menjadi bongkahan padat berukuran kecil yang dikenal dengan sebutan klinker, kemudian dialirkan ke pendingin klinker, dimana udara pendingin akan menurunkan suhu klinker hingga mencapai 100 °C.
   6. Penghalusan Akhir: Dari silo klinker, klinker dipindahkan ke penampung klinker dengan dilewatkan timbangan pengumpan, yang akan mengatur perbandingan aliran bahan terhadap bahan-bahan aditif. Pada tahap ini, ditambahkan gipsum ke klinker dan diumpankan ke mesin penggiling akhir. Campuran klinker dan gipsum untuk semen jenis 1 dan campuran klinker, gipsum dan posolan untuk semen jenis P dihancurkan dalam sistim tertutup dalam penggiling akhir untuk mendapatkan kehalusan yang dikehendaki. Semen kemudian dialirkan dengan pipa menuju silo semen.

Data Pabrik semen di Indonesia

    * PT.Indocement Tunggal Prakarsa (Semen Tigaroda)
    * PT.Semen Baturaja Persero (Semen Baturaja)
    * PT.Semen Padang (Semen Padang)
    * PT.Semen Gresik (Semen Gresik)
    * PT.Semen Bosowa (Semen Bosowa)
    * PT.Semen Andalas (Semen Andalas)
    * PT.Semen Cibinong
    * PT.Semen Nusantara
    * PT.Semen Tonasa
Dari berbagai sumber.







0 komentar:

Catatan Penting

Bangunan Tahan Gempa lebih mahal kurang lebih 10% daripada yang tidak tahan gempa.
Tetapi perbaikan akan membutuhkan biaya 2 - 3 kali lipat dari biaya itu.
Bila perkuatan juga dilakukan maka biaya akan membengkak menjadi 4 - 8 kali lipat.

Dengan memiliki :

1.DVD Video Tutorial step by step Membangun Rumah


2.DVD Video Tutorial step by step Perbaikan Rumah Pasca Gempa,


Anda akan langsung memahami tentang perencanaan rumah yang tahan gempa dan teknik perbaikannya apabila rumah mengalami kerusakan pasca gempa.

Adalah jauh lebih murah untuk membangun bangunan tahan gempa dibandingkan dgn melakukan perbaikan setelah terjadi gempa ataupun perkuatan setelah bangunan jadi.


Baca Juga

3d max (2) abu vulkanik (1) air bah (1) air conditioning (1) air jernih (5) ampas kopi (1) anti nyamuk serangga (1) apa itu gempa (1) architecture (3) arsitek indonesia (3) asbes (1) Asuransi rumah (1) Atap (9) atap dag (1) autis (1) autocad (2) Bahan Bangunan (11) bahaya debu (1) bahaya gempa (3) bahaya petir (3) balsem (1) bangunan tahan gempa (1) banjir (3) basmi rayap (1) batu alam (1) bau (4) bekisting (1) belajar autocad (2) Bencana Alam (4) beton (6) beton instant (1) bohlam bekas (1) buah pala (2) bunga krisan (1) cat (2) cegah banjir (1) cermin (1) cicak (1) Daftar Isi (1) dag (1) daktilitas (1) dapur (3) debu (1) desain rumah (5) dinding (5) dokumen pelaksanaan proyek (3) dokumen proyek (2) dunia rumah (1) dvd duniarumah (1) Elektrikal (8) elektrosmog (1) elpiji (2) Frank Lloyd Wright’s (1) Friedrich Silaban (1) fungsi tangga (1) Furniture (1) gelas (1) Gempa Bumi (5) global warming (1) gorden (1) green roof (1) gulma (1) Gunung berapi (2) hama tanaman (1) hama tikus (2) harga material bangunan (1) holcim (1) home insurance (1) IMB (2) Inspeksi.rumah (1) Inspirasi design (6) jadwal konstruksi (1) jasa arsitek (2) jasa konstruksi (2) kaca (3) kamar mandi (7) kamar tidur (1) kaporit (1) karpet (1) keadaan darurat gempa bumi (1) kecoa (1) kejahatan (1) keramik (1) kerusakan atap (1) kesalahan dalam perencanaan rumah (6) kolam renang (1) konsep tangga (1) konten blog (1) kontraktor (1) kualitas rumah (1) kulkas (2) lalat (1) Lantai (7) lantai kayu (1) lantai pvc (1) lantai semen (1) legalitas (2) lemari pendingin (1) lokasi bangunan (1) luasan atap (1) lumpur (1) manfaat teh (1) Mayones (1) meja dapur (1) mengusir cicak (1) Merawat rumah (14) nyamuk (1) parquet (1) pdam (1) Pelaksanaan (8) penangkal petir (3) pengharum ruangan (1) pengolahan sampah (2) penyakit menular (1) perabot rumah (1) perda (3) Perencanaan (37) perencanaan rumah (49) perencanaan tangga (1) perfect lot (1) persiapan menghadapi gempa bumi (1) peta gempa (1) Petir (1) Pintu Jendela dan Kusen (3) plafon (2) plastik (2) plumbing (2) pohon (1) pondasi (1) posisi rumah (2) proses pembuatan semen (2) rayap (2) Referensi Buku (3) renovasi rumah (1) rumah (2) rumah Islami (2) rumah sempit (1) rumah tahan gempa (2) rumah tanpa ac (1) rumah unik (1) sabun cuci (1) safety home (2) saluran mampet (1) sampah (2) sanitasi (7) selang air (3) selang elipiji bocor (1) selang elpiji (2) semen (1) semut (2) semut merah (1) serai wangi (1) sertifikat tanah (3) software (1) solusi atap (4) solusi rumah (3) sumur air bersih (1) sumur kuning (1) supplier (1) supplier Material Banguna (1) supplier Material Bangunan (1) Taman (5) taman indah (1) tanaman subur (3) teh (1) teh celup (1) teknologi rumah sederhana tahan gempa (1) tembok (1) tender (1) tersengat listrik (2) tiga roda (1) Tips dan Trik (67) Tokoh Arsitek (4) tsunami (1) tulangan (1) tutorial (5) update harga material bangunan (1) usgs (1) vacuum cleaner (1) vendor (2) video tutorial (2) wallpaper (2) world architecture (1) you tube (3)
Related Posts with Thumbnails